Pernahkah Anda dimarahi atasan atau orang tua? Perasaan Anda ketika itu pasti tidak menyenangkan. Kita juga merasa tidak nyaman dicurigai dan dimata-matai oleh tetangga. Kita tidak suka dengan teman-teman yang iri terhadap keberhasilan kita. Demikianlah, kita tidak suka dengan orang yang marah, curiga, dan iri hati. Oleh karena itu kita mengelompokkan marah, curiga, iri hati, dan perbuatan lain yang tidak kita sukai dilakukan orang sebagai perbuatan buruk.
Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kita perlu melakukan perbuatan-perbuatan buruk tersebut? Kita perlu marah, bahkan pada kondisi tertentu harus. Jika Anda ditindas secara sewenang-wenang, Anda harus marah. Anda juga harus marah jika kita melihat sesuatu yang penting mulai diselewengkan. Seorang pemimpin sesekali harus marah bila bawahan yang sudah beberapa kali diperingatkan tetap melakukan kesalahan yang sama.
Seorang intel atau polisi tentu harus curiga, karena memang tugasnya menuntut demikian. Bisa dibayangkan berapa banyak penjahat atau teroris yang lolos jika sang polisi berbaik sangka kepada semua orang. Anggota KPK, BPK, jaksa wajib curiga terhadap kejanggalan sekecil apapun agar uang negara dapat diselamatkan. Curiga adalah salah satu bentuk kewaspadaan. Kita harus curiga pada hal yang agak aneh baik pada diri kita sendiri atau pada hal yang lain. Curiga membuat kita tetap aware terhadap diri kita dan lingkungan kita. Curiga akan membantu kita menemukan masalah sebelum masalah itu menjadi besar dan kompleks.
Iri hati juga amat sangat diperlukan. Iklim kompetisi yang sehat terbangun dari iri hati yang sehat pula. Negara kita terpacu mengejar ketertinggalan dari negara tetangga yang lebih maju karena iri hati. Iri hati membakar semangat motivasi untuk menjadi lebih baik. Tanpa iri hati kita tidak akan pernah maju.
Perbuatan-perbuatan 'buruk' di atas akan menjadi perbuatan yang 'baik' bila dilakukan dengan cara yang benar. Tidak semua kondisi memungkinkan perbuatan 'buruk' itu menjadi perbuatan positif. Oleh karena itu perbuatan-perbuatan tadi harus dilakukan secara rasional, bukan emosional. Perbuatan tadi haruslah sebatas pilihan perbuatan dan bukan karena kebiasaan.
Marah yang benar itu tidak berlebihan sampai menyinggung hal di luar topik. Marah harus fokus dan terbatas pada wilayah yang diselewengkan saja, diluar itu biasa saja, tidak ada yang perlu diributkan. Marah bukan pada orangnya, tapi pada kesalahannya. Marah yang seperti ini akan mengembalikan segala sesuatunya on the right track tanpa membuat tensi darah Anda meningkat.
Curiga tidak perlu dilakukan setiap saat. Kalau curiga dilakukan setiap saat, kita akan menderita karenanya. Curiga haruslah ilmiah. Status kecurigaan terhadap sesuatu terus-menerus diperbarui berdasarkan fakta dan bukti yang ditemui. Jika memang tidak ada fakta dan bukti yang mendukung maka hipotesis ditolak.
Seperti halnya marah dan curiga, iri hati harus difokuskan pada bidang yang ingin kita capai saja. Iri hati sebaiknya kepada orang yang terbaik di bidang ini. Jadikan beliau sebagai benchmark kemampuan kita. Fokus iri hati akan mempermudah kita mencapai kemajuan. Kita tidak mungkin bisa hebat di semua bidang bukan?
Selamat marah, curiga, dan iri!Semoga sukses!
Jumat, 30 Oktober 2009
Cara Efektif Melakukan Hal-Hal Buruk dengan Baik
di
17.38
0
komentar
Label: Negative power
Langganan:
Postingan (Atom)